Senin, 31 Mei 2010

meningkat rumah menjadi 2 lantai dak

Meningkat Rumah Menjadi 2 lantai
- Keterbatasan lahan
- Lahan yang tersedia di lokasi sudah tidak memungkinkan lagi bagi pemilik rumah untuk membangun kesamping atau peraturan KDB (Koeffisien Dasar Bangunan) yang tidak memungkinkan untuk membangun secara horizontal

- Sudah merasa cocok dengan lokasi rumah yang ada.
- Alasan yang juga kerap dikemukakan adalah mereka sudah merasakan kenyamanan dengan situasi lingkungan yang sudah ada di daerah tersebut. Jadi meskipun mereka mempunyai tanah lagi di lokasi lain yang lebih besar ataupun mampu pindah ke daerah lain yang lebih luas, mereka terlanjur merasa nyaman dengan lokasi yang ada saat ini.

- Bertambahnya kebutuhan ruang karena waktu
- Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan jumlah anggota keluarga, maka luas lahan yang ada saat ini dirasakan sudah tidak cukup lagi untuk menampung kegiatan yang ada dengan semakin meningkatnya usia maupun bertambahnya jumlah anggota keluarga. Rumah pertama yang awalnya hanya menampung keluarga inti telah berkembang menjadi keluarga tumbuh. 

- Renovasi yang dilakukan sebelumnya bermasalah
- Alasan lain yang dapat terjadi adalah renovasi yang terjadi sebelumnya dibangun dengan cara yang tidak terorganisir dan tidak terencana dengan baik sehingga bersifat tambal sulam, tanpa konsep dan ruang-ruang tidak tertata dan terorganisir dengan baik sehingga kadang area privat(pribadi) bercampur dengan area umum ataupun area servis sehingga ada ketidakjelasan area yang boleh dilalui oleh orang tertentu saja dengan area yang boleh dimasuki siapa saja. 

- Usia bangunan yang mulai berumur dan menuntut adanya perbaikan
- Umur Bangunan yang sudah lebih dari 5 tahun dan kerusakan yang sudah mulai timbul. Sebuah rumah yang telah ditempati selama bertahun-tahun, mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat kurangnya perawatan maupun akibat pelapukan. Warna cat yang mulai memudar, genteng maupun atap yang mulai bocor dan tumbuh lumut pada dinding yang senantiasa lembab maupun pada batu alam, pagar besipun mulai berkarat. Dimana kesemua hal tersebut menuntut adanya perbaikan dan renovasi agar masalah tidak berkembang semakin parah.

Pertimbangan awal yang sebaiknya dijadikan pijakan sebelum kita melakukan renovasi dan pemahaman yang tepat dalam pelaksanaannya dan perlu diperhatikan di dalam mengedak rumah berlantai dua adalah sebagai berikut :


- Renovasi harus berarti sebuah solusi. 
- Renovasi rumah bukan lah pekerjaan kecil dan tidak sesederhana yang kita bayangkan.
Ringkasnya, kalau renovasi rumah hanya mungkin dengan membuatnya menjadi 2 lantai, ya lakukan saja. Tetapi jika kita masih memiliki lahan lebih maka melebarkan bangunan ke samping atau ke belakang, umumnya lebih mudah, lebih murah dan menghindari kebutuhan tambahan ruangan untuk tangga. Pertimbangkan dengan sebaik-baiknya segala hal yang berkaitan dengan hal ini. Jangan sampai keluarga anda meninggalkan hutang, konflik dan masalah yang pelik karena melakukan renovasi rumah.

- Rencanakan dengan matang
- Mintalah bantuan kepada yang lebih ahli. Anda dapat meminta bantuan seorang mandor yang berpengalaman atau lebih baik lagi jika memakai bantuan arsitek. Sehingga desain telah selesai dan terencana dengan baik, konsultasikan bagian mana yang ingintetap dipertahankan dan bagian mana yang ingin diubah, lebih baik lagi jika sudah ada gambar 3dimensi ruang yang akan dibuat sehingga klien dan tukang memiliki persepsi yang sama. Lebih baik kita membayar agak mahal di depan daripada membayar sangat mahal di belakang karena melakukan kesalahan yang tidak perlu. Karena lebih baik kita melakukan perubahan pada saat masih berupa gambar dibandingkan setelah masuk dalam tahap konstruksi yang akan lebih banyak menghabiskan tenaga, pikiran dan biaya. Lebih baik minta bantuan arsitek dan referensi tukang yang ahli dan jujur agar tidak terjadi masalah di belakang hari.

- Masalah pengaturan anggaran biaya
- Sekali lagi saran saya adalah lebih baik meminta bantuan kepada yang lebih ahli baik itu kenalan, teman ataupun saudara anda yang mengerti bidang ini. Gunakanlah anggaran dengan bijak dan mintalah bantuan jasa arsitek atau mandor untuk membuat estimasi biaya dari bangunan yang akan dikerjakan dengan minimum 2 skenario dengan spesifikasi material yang sesuai dengan keinginan kita untuk bahan acuan. Kemudian kita mencadangkan 30 persen sebagai biaya tak terduga dari anggaran biaya yang telah dibuat jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan ataupun scenario tidak berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Mintalah bantuan dana kepada bank, atau sebagai alternative yang lebih murah dapat melalui kerabat, pinjaman kantor ataupun teman dekat. Pemilihan dan pergantian spesifikasi hendaknya diperhitungkan dengan cermat dampaknya agar tidak menyesal di kemudian hari.

- Masalah struktur lama dan pilihan metoda membangun.
- Perhatikan dengan seksama usia bangunan anda. Jika anda ingin meningkat rumah maka perhatikanlah pondasi rumah anda. Dalam banyak kasus, pondasi rumah satu lantai tidak disiapkan untuk pondasi rumah 2 lantai. Itu berarti, pondasi yang ada saat ini harus dikuatkan. Istilah awamnya, suntik fondasi yang kesemuanya ini akan mengakibatkan dinding harus dibobok, lantai harus digali sebagian untuk pondasi telapak atau cakar ayam di beberapa titik. Atau bahkan diperlukan penyambungan balok lama dengan balok baru di beberapa bagian. Sebagian plafond atau seluruhnya harus dibuka sebagai tempat pembuatan steger atau bekisting pengecoran plat lantai 2, kecuali memakai spandek atau metode lain. Jika secara konvensional anda dapat memakai bamboo, steger besi sewaan atau dolken untuk dapat lebih menghemat biaya dibandingkan menggunakan kaso. Cobalah anda minta penjelasan dari ahlinya untuk dapat memilih yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan budget yang anda miliki. Bentuk atap akan berubah sehingga genteng atau struktur atap lama harus diganti bahkan dibuat yang baru semuanya.

- Effisiensi pemakaian ruang, Perletakkan tangga dan Pemilihan bentuk atap
- Penempatan ruang-ruang yang effisien dan tepat ditambah sirkulasi orang yang tepat akan mampu menghindarkan pembuatan volume lantai yang berlebihan dan menimbulkan pemborosan. Renovasi yang terancang dengan baik sejak awal akan mampu mencegah bongkar pasang maupun bentuk-bentuk yang tidak karuan ataupun tambal sulam dan biaya yang membludak tidak karuan yang akan menimbulkan rasa ketidaknyamanan bagi para penghuninya. Menambah lantai rumah berarti Anda juga harus menyisihkan setidaknya ruangan untuk tangga. Nah, hal ini seringkali berarti Anda harus mengorbankan kamar tidur di lantai satu dan memindahkannya ke lantai 2. Karena itu mintalah bantuan dari arsitek ataupun orang yang paham mengenai hal ini agar rumah dapat secara kompak dan effisien mampu memenuhi kebutuhan pemilik rumah.

- Masalah sirkulasi udara dan cahaya, Masalah bukaan atau ruangan terbuka mungkin harus menjadi pertimbangan dalam meningkat rumah. Jangan sampai ruang-ruangan yang ada di lantai dasar tidak memiliki sirkulasi udara dan cahaya yang baik. Kita harus menyisakan ruang terbuka baik berupa void, taman kering ataupun bukaan jendela yang cukup besar dan banyak agar ruang di bawah tetap dapat terasa nyaman dan tidak pengap karena kurangnya cahaya matahari dan sirkulasi udara. Penempatan ekshaust juga dapat ditambahkan pada area gudang, dapur dan kamar mandi jika dirasakan masih kurang atau lokasinya tidak berbatasan langsung dengan udara luar.

Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan jika anda ingin meningkat rumah anda menjadi 2 lantai. Saya harap dapat menjadi masukan yang berharga bagi anda sekeluarga dan mengantisipasi masalah-masalah yang timbul pada saat melakukan renovasi. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar: