Meningkatkan Kualitas Ruang Pemakaian Dak Lantai Atas.
Semakin terbatasnya lahan yang tersedia di daerah perkotaan mengakibatkan perlunya tindakan kreatif dalam memanfaatkan lahan.. Pengembangan secara vertical menjadi tak terhindarkan lagi. Namun kita tetap perlu mencari cara-cara yang lebih optimal dalam pemanfaatan ruang yang ada. Kita dapat membuat Attic atau ruang di bawah atap, mezanin ataupun membuat ruang multifungsi. Namun masih ada salahsatu cara yang masih dapat kita lakukan. Kali ini kita akan mencoba membahas pemanfaatan pengunaan dak lantai.
Dengan berkembangnya tren rumah modern minimalis semakin menyebabkan banyaknya pemakaian bentuk dak yang simpel dan penggunaan dak sebagai atap. Lokasi Dak lantai atas biasanya berada di lantai 2 atau lebih dari sebuah bangunan. Biasanya memiliki pemandangan yang menarik ke area sekitarnya disamping juga berfungsi untuk membantu penghawaan dari luar kedalam rumah di lantai 2.
Saat ini masih banyak penggunaan dak lantai atas sendiri telah mengalami pergeseran dan perluasan seiring dengan keterbatasan lahan di perkotaan. Dak lantai atas bukan lagi hanya berfungsi sebagai teras tapi bahkan untuk hunian seperti apartemen, dak lantai atas juga dapat berfungsi sebagai tempat menjemur pakaian dan pemanfaatan yang lebih baik adalah menggunakan dak atas sebagai taman.
.
Bagaimanakah caranya kita dapat memanfaatkan penggunaan dak lantai dengan seoptimal mungkin.. ,. Langkah-langkah yang perlu diambil adalah sebagai berikut :
1. Perlu kita lihat juga berapa luas ukuran yang tersedia dan tujuan penggunaannya, jika tidak terlalu luas misalnya 1x 2m maka kita cukup memberikan tanaman dengan pot-pot kecil agar terlihat lebih hijau yang dapat digantungkan pada pagar-pagar dak lantai atas. Jika agak luas maka kita dapat mengolahnya menjadi sebuah ruang tambahan dengan membuat atap diatasnya dan meletakkan set meja kursi santai sebagai tempat minum teh di sore hari. Bahkan kita dapat menggunakannya sebagai tempat bermain anak, tempat makan atau tempat berkumpul keluarga kedua di sore dan malam hari dimana kita dapat melihat bintang.
2. Tentukan tingkat privasi dari penggunaan dak lantai atas. perlu dicermati sejauh mana tingkat privasi yang kita inginkan di ruangan tersebut, apakah kita menginginkan privasi penuh, privasi tingkat medium atau bahkan terbuka dari bangunan di sekitarnya. Hal ini akan menentukan jenis-jenis bahan dan tanaman yang akan digunakan. Jika kita menginginkan suatu area untuk beristirahat dan melepas lelah yang penuh dengan kehijauan namun agak tersembunyi maka kita perlu menggunakan tanaman atau kisi-kisi kayu dan besi yang agak rapat. Dimana diri kita tidak akan langsung terlihat oleh orang lain di area bawah atau disekitarnya.
3. Perhatikan view sekitarnya. Carilah view terbaik yang ada disekitarnya dan jadikanlah sebagai view hadap yang utama. Namun jika area atau view yang ada di sekitarnya hanyalah area servis atau kurang enak dipandang maka kita dapat membuat penghalang atau menyamarkan area sekitar tersebut dengan menggunakan pot-pot tanaman atau tanaman rambat maupun kisi-kisi dari kayu atau besi sehingga area tersebut agak tertutupi atau tidak terlihat secara langsung.
4. Perlu diperhatikan intensitas penggunaan dan fungsi dari dak lantai atas tadi. Jika area tersebut sering kita gunakan maka sebaiknya kita menggunakan atap sehingga meskipun cuaca sedang tidak bersahabat kita masih dapat menggunakannya. Jika areanya cukup luas maka kita tidak perlu menutup seluruh area yang tersedia dengan menggunakan atap. Namun jika areanya cukup sempit maka kita perlu untuk menutup secara keseluruhan namun dengan menyediakan space untuk keluar masuknya udara agar tidak terasa pengap. Saat ini telah banyak tersedia beragam penutup atap, yang sederhana seperti menggunakan asbes, genteng atau genteng metal sampai yang lebih rumit berupa polikarbonat, kaca tempered, pergola kayu atau rangka besi yang dapat dikombinasikan dengan tanaman rambat. Atau alumunium panel seperti sun louver yang dapat dibuka dan ditutup secara mekanik dengan menggunakan motor listrik. Kesemuanya disesuaikan dengan kebutuhan anda masing-masing.
5. Demikian pula perlu dicermati ruangan atau fungsi kamar disebelah dak lantai atas tersebut, apakah langsung ruang tidur, ruang duduk atas atau malahan gudang dan ruang pembantu, baru kemudian kita tata area dak lantai atas kita tersebut sesuai dengan yang kita inginkan. Jika berbatasan langsung dengan area kamar tidur utama maka kita dapat membuat area dak atas tersebut sebagai balkon dan penggunaan jendela kaca yang besar kearah dak lantai atas akan membantu memperluas ruang, karena penggunaan jendela kaca yang besar akan membuat seolah kita menjadikan area luar sebagai bagian dari kamar.
6. Perhatikan iklim mikro dan cuaca di daerah anda, arah hadap dak lantai atas, berapa banyak area tersebut mendapatkan sinar matahari dan untuk berapa lama. Jika dak lantai atasnya memiliki atap apakah seluruh area tersebut dapat terjangkau oleh sinar matahari. Agar tanaman yang kita pilih dapat kita sesuaikan dengan kondisi setempat dan tidak terlalu menyita waktu di dalam merawatnya. Pilihlah pot-pot dengan jel di dalamnya yang dapat menyerap air sehingga kita tidak perlu menyiram setiap hari, juga pilih yang tahan sinar matahari jika dak lantai atas kita terbuka dan mendapat cahaya langsung sinar matahari sepanjang hari. Tanyalah kepada tukang taman di sekitar rumah anda, mereka dengan senang hati akan membantu memberikan saran.
7. Alternatif pemakaian adalah kita menggunakan dak lantai atas sebagai kebun tempat cadangan makanan dengan menanam tumbuh-tumbuhan obat, bumbu-bumbu ataupun buah-buahan mini. Atau menjadikannya sebagai taman bunga jika kita menyukai anggrek dan mawar. Penataan menggunakan rak gantung atau rak bersusun tiga dengan tiga variasi ketinggian dapat menjadikan lebih indah dan teratur merupakan pilihan yang tepat jika kita ingin mengubah dak lantai atas menjadi taman diatas atap karena bersifat fleksibel, mudah untuk dipindah-pindah dan diganti tanamannya. Gunakan wadah kayu dan plastik, semakin banyak tanah dan serbuk dibawahnya akan semakin tahan tanaman kita, hindari penggunaan pot tanah liat karena kan mudah pecah jika jatuh Dan jika anda bosan tinggal mengganti tanaman, wadah ataupun bentuk penggantungnya, bisa berupa kayu ataupun tiang besi..
8. Pertimbangkan masalah keamanan dalam hal ini perlu dilihat kekuatan daya pikul dari dak lantai atas anda. Struktur dan penunjang dak lantai atas sangat mempengaruhi kekuatannya. Adanya tiang di bawah dak lantai atas tentunya lebih kuat jika dibandingkan dengan yang menggunakan sistem cantilever. Penggunaan muatan atau wadah yang ringan seperti plastik ataupun kayu-kayu pinus sebagai tempat tanaman sangat disarankan. Pemakaian Material Lantai digunakan sebaiknya lantai dak lantai atas merupakan lantai yang mudah dibersihkan namun tidak licin sehingga anak kita aman jika berada disana. Pegangan atau pagar dak lantai atas sebaiknya diteliti secara rutin kekuatannya jangan sampai menjadi lapuk jika memakai kayu dan berkarat jika memakai besi yang dapat membahayakan diri dan keluarga kita.
Demikian sekedar wawasan, saran dan masukkan dari saya semoga dapat memberikan manfaat bagi anda sekeluarga terima kasih.
Tampilkan postingan dengan label indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indah. Tampilkan semua postingan
Selasa, 22 Desember 2009
Minggu, 24 Mei 2009
renovasi murah sederhana konsultasi
Renovasi rumah
Pelaksanaan royek renovasi rumah selama ini cenderung dapat membuat diri anda kewalahan disamping karena kenyataan yang terjadi di lapangan sering tidak berjalan sesuai dengan rencana juga akan menguras energi, biaya dan pikiran anda. Untuk itu persiapkanlah dan jaga kondisi diri anda dengan baik dan secermat mungkin demikian pula yang harus anda lakukan dengan pembiayaan renovasi rumah anda. Dengan serangkaian rencana yang tersusun dengan baik dan teliti maka anda akan mampu bertahan untuk mengatasi keadaan yang tidak diinginkan dan melewatinya dengan baik tanpa kurang suatu apapun.
Beberapa hal dibawah ini patut menjadi pertimbangan dalam melaksanakan renovasi rumah.
Matangkan konsep renovasi desain rumah anda secara matang.
Mintalah saran dan pendapat dari ahlinya, lebih baik dan lebih hemat jika perubahan dilakukan ketika masih di atas kertas (tahap disain) dibandingkan dengan ketika proyek telah berjalan. Sebaiknya jangan membuat beberapa perubahan desain yang besar/signifikan ketika proyek sudah berjalan karena akan membuat penundaan dan mengeluarkan biaya yang cukup besar dan mempengaruhi semangat dan kondisi psikologis tukang ketika sedang bekerja.
Pelajari aturan setempat dengan baik sepert IMB, GSB dan lainnya. Ijin terhadap tetangga dan kecamatan juga harus dilakukan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat menghentikan dan penundaan ketika proyek berjalan karena ada protes.
Masalah Biaya.
Rencanakan dan hitung dengan baik biaya renovasi rumah anda. Buatlah anggaran biaya kasar ketika melakukan perhitungan, upayakan untuk menyiapkan cadangan biaya tambahan sebesar 25 % dari biaya renovasi.
Cek harga material terakhir dan antisipasi kenaikan harga sebesar 15% dari harga real lapangan. Perhitungkan dengan baik anggaran yang tersedia guna mengantisipasi perubahan spesifikasi material karena biasanya kita cenderung memilih yang terbaik jika disodori beberapa pilihan bahan/material. Perubahan sebaiknya dilakukan ketika tahap desain. Ketika sudah dilaksanakan upayakan hanya perubahan kecil seperti ukuran jendela atau model kusen pintu.
Masalah Waktu
Perhitungkan jangka waktu pelaksanaan renovasi rumah anda sampai selesai masa pelaksanaan pekerjaan dan cadangkan tambahan waktu sebesar 30 % dari waktu pelaksanaan. Sebaiknya hindari melakukan renovasi di musim hujan karena akan memakan waktu pekerjaan yang lebih lama dan lebih beresiko mengalami kerusakan pada barang-barang yang ada.
Lakukan check and recheck sebelum pekerjaan dimulai.
Untuk membuat asumsi yang mendekati keadaan yang sempurna memang perlu dilakukan beberapa kali pengecekan dilapangan bahkan kalau perlu dengan membobok beberapa dinding untuk mengetes kekuatan struktur yang ada. untuk mengetahui dengan pasti apakah struktur yang ada masih dapat dipertahankan ataupun harus diganti dengan struktur baru. Hindari membongkar dinding atau kolom yang merupakan struktur utama. Jangan takut untuk menjebol beberapa bagian plafond, rangka atap atau kusen untuk mengetahui dengan pasti kondisi real di lapangan karena secara visual masih terlihat baik namun sebenarnya di dalamnya sudah tidak layak atau keropos.
Untuk mengetahuinya maka undanglah teman arsitek atau dengan tukang yang sudah anda percayai dan tidak memiliki kepentingan tertentu terhadap proyek anda sebagai tempat konsultasi.
Skenario Antisipatif
Jangan merencanakan even atau kegiatan lain yang membutuhkan biaya besar. Persiapkan atau antisipasi hal yang tak diinginkan. Misalnya terpaksa harus menumpang di rumah teman atau saudara jika ada hal yang membutuhkan biaya besar. Tinggal dilokasi proyek dapat sangat mengganggu dan menyiksa diri, berdebu, berisik dan berbagai gangguan kerja lainnya. Akan semakin bertambah jika memiliki anak balita. Jika proyek ini bersifat jangka panjang maka liburan beberapa hari keluar kota ketika proyek berjalan patut menjadi bahan pertimbangan
Terimalah dengan lapang dada.
Tak ada proyek yang sempurna sehingga hambatan, barang hilang, kerusakan, penundaan dan berkurangnya pekerja hampir pasti akan terjadi. Marah-marah atau melemparkan kesalahan pada orang lain akan membuat diri anda merasa nyaman selama beberapa saat namun kurang baik bagi kesehatan dan hubungan anda dengan pekerja anda.
Tetaplah berusaha untuk tersenyum bahkan dalam keadaan terpaksa sekalipun karena hal ini baik untuk kesehatan diri anda
Beberapa masalah yang biasa timbul ketika renovasi dan tips guna menghadapinya.
Masalah akibat keputusan yang lambat dari pihak pemilik
- Keputusan desain dan pilihan keramik atau warna cat telah diputuskan jauh-jauh hari atau dibuat sample langsung di lapangan dengan bantuan panduan dari arsitek agar lebih cepat putus. Dibuatkan maket atau visual 3d berikut skema warna agar pemilik lebih mudah untuk membayangkan keadaan di lapangan.
- Ketika telah diputuskan harus segera dibeli terutama untuk barang-barang yang stoknya sudah terbatas agar tidak kesulitan mencari ketika dibutuhkan pada saatnya. Kaitannya dengan assesoris seperti model-model handel pintu, lis plafon dan daun jendela apakah masih akan relevan jika dipadukan dengan model rumah kita hasil renovasi
- Pilihan keramik juga menjadi bagian penting apakah dilapangan masih tersedia barang yang sesuai dengan barang lama
Masalah akibat keterbatasan dana dari pemilik
- Buatlah pentahapan proses renovasi agar tetap kelihatan selesai dari luar dan tidak terlihat sebagai proyek yang terbengkalai karena keterbatasan dana
- Buat pengecilan volume dengan membuat skala prioritas ruangan yang dibutuhkan. Jadi kita bisa membuat penggabungan beberapa ruang untuk dijadikan satu ruang bersama misalnya ruang baca dan ruang keluarga.
- Pemakaian bersama dengan teman yang sedang membangun misalnya pemakaian kaso atau steger sisa dari mereka akan mengurangi biaya. Juga referensi dimana mendapatkan material yang murah dapat dilakukan.
- Atur skema pinjaman dari pihak ketiga yang dapat menyediakan dana murah tanpa bunga seperti teman atau keluarga sejak awal harus sudah dipersiapkan guna mengantisipasi hal-hal yang tak terduga.
Masalah skedul waktu pelaksanaan
- upayakan agar renovasi dilaksanakan secepat mungkin namun dengan tetap mempertimbangkan kaidah-kaidah pengeringan beton struktur, waktu antara plesteran, acian dan pengecatan
- Buat pekerjaan dilakukan secara parallel atau bersama-sama untuk pekerjaan yang tidak sekuensial atau berurutan seperti disebutkan diatas
- Buat rencana detail dalam breakdown rencana harian agar lebih tajam dan akurat sehingga penundaan bias diantisipasi dan dilakukan pekerjaan lainnya.
- Mintalah bantuan dari arsitek atau orang yang mengerti masalah ini.
- Pilihlah pelaksanaan finishing yang tidak membutuhkan waktu lama seperti lantai vinil atau karpet, cat biasa bukan tektur bergaris.
Pelaksanaan royek renovasi rumah selama ini cenderung dapat membuat diri anda kewalahan disamping karena kenyataan yang terjadi di lapangan sering tidak berjalan sesuai dengan rencana juga akan menguras energi, biaya dan pikiran anda. Untuk itu persiapkanlah dan jaga kondisi diri anda dengan baik dan secermat mungkin demikian pula yang harus anda lakukan dengan pembiayaan renovasi rumah anda. Dengan serangkaian rencana yang tersusun dengan baik dan teliti maka anda akan mampu bertahan untuk mengatasi keadaan yang tidak diinginkan dan melewatinya dengan baik tanpa kurang suatu apapun.
Beberapa hal dibawah ini patut menjadi pertimbangan dalam melaksanakan renovasi rumah.
Matangkan konsep renovasi desain rumah anda secara matang.
Mintalah saran dan pendapat dari ahlinya, lebih baik dan lebih hemat jika perubahan dilakukan ketika masih di atas kertas (tahap disain) dibandingkan dengan ketika proyek telah berjalan. Sebaiknya jangan membuat beberapa perubahan desain yang besar/signifikan ketika proyek sudah berjalan karena akan membuat penundaan dan mengeluarkan biaya yang cukup besar dan mempengaruhi semangat dan kondisi psikologis tukang ketika sedang bekerja.
Pelajari aturan setempat dengan baik sepert IMB, GSB dan lainnya. Ijin terhadap tetangga dan kecamatan juga harus dilakukan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat menghentikan dan penundaan ketika proyek berjalan karena ada protes.
Masalah Biaya.
Rencanakan dan hitung dengan baik biaya renovasi rumah anda. Buatlah anggaran biaya kasar ketika melakukan perhitungan, upayakan untuk menyiapkan cadangan biaya tambahan sebesar 25 % dari biaya renovasi.
Cek harga material terakhir dan antisipasi kenaikan harga sebesar 15% dari harga real lapangan. Perhitungkan dengan baik anggaran yang tersedia guna mengantisipasi perubahan spesifikasi material karena biasanya kita cenderung memilih yang terbaik jika disodori beberapa pilihan bahan/material. Perubahan sebaiknya dilakukan ketika tahap desain. Ketika sudah dilaksanakan upayakan hanya perubahan kecil seperti ukuran jendela atau model kusen pintu.
Masalah Waktu
Perhitungkan jangka waktu pelaksanaan renovasi rumah anda sampai selesai masa pelaksanaan pekerjaan dan cadangkan tambahan waktu sebesar 30 % dari waktu pelaksanaan. Sebaiknya hindari melakukan renovasi di musim hujan karena akan memakan waktu pekerjaan yang lebih lama dan lebih beresiko mengalami kerusakan pada barang-barang yang ada.
Lakukan check and recheck sebelum pekerjaan dimulai.
Untuk membuat asumsi yang mendekati keadaan yang sempurna memang perlu dilakukan beberapa kali pengecekan dilapangan bahkan kalau perlu dengan membobok beberapa dinding untuk mengetes kekuatan struktur yang ada. untuk mengetahui dengan pasti apakah struktur yang ada masih dapat dipertahankan ataupun harus diganti dengan struktur baru. Hindari membongkar dinding atau kolom yang merupakan struktur utama. Jangan takut untuk menjebol beberapa bagian plafond, rangka atap atau kusen untuk mengetahui dengan pasti kondisi real di lapangan karena secara visual masih terlihat baik namun sebenarnya di dalamnya sudah tidak layak atau keropos.
Untuk mengetahuinya maka undanglah teman arsitek atau dengan tukang yang sudah anda percayai dan tidak memiliki kepentingan tertentu terhadap proyek anda sebagai tempat konsultasi.
Skenario Antisipatif
Jangan merencanakan even atau kegiatan lain yang membutuhkan biaya besar. Persiapkan atau antisipasi hal yang tak diinginkan. Misalnya terpaksa harus menumpang di rumah teman atau saudara jika ada hal yang membutuhkan biaya besar. Tinggal dilokasi proyek dapat sangat mengganggu dan menyiksa diri, berdebu, berisik dan berbagai gangguan kerja lainnya. Akan semakin bertambah jika memiliki anak balita. Jika proyek ini bersifat jangka panjang maka liburan beberapa hari keluar kota ketika proyek berjalan patut menjadi bahan pertimbangan
Terimalah dengan lapang dada.
Tak ada proyek yang sempurna sehingga hambatan, barang hilang, kerusakan, penundaan dan berkurangnya pekerja hampir pasti akan terjadi. Marah-marah atau melemparkan kesalahan pada orang lain akan membuat diri anda merasa nyaman selama beberapa saat namun kurang baik bagi kesehatan dan hubungan anda dengan pekerja anda.
Tetaplah berusaha untuk tersenyum bahkan dalam keadaan terpaksa sekalipun karena hal ini baik untuk kesehatan diri anda
Beberapa masalah yang biasa timbul ketika renovasi dan tips guna menghadapinya.
Masalah akibat keputusan yang lambat dari pihak pemilik
- Keputusan desain dan pilihan keramik atau warna cat telah diputuskan jauh-jauh hari atau dibuat sample langsung di lapangan dengan bantuan panduan dari arsitek agar lebih cepat putus. Dibuatkan maket atau visual 3d berikut skema warna agar pemilik lebih mudah untuk membayangkan keadaan di lapangan.
- Ketika telah diputuskan harus segera dibeli terutama untuk barang-barang yang stoknya sudah terbatas agar tidak kesulitan mencari ketika dibutuhkan pada saatnya. Kaitannya dengan assesoris seperti model-model handel pintu, lis plafon dan daun jendela apakah masih akan relevan jika dipadukan dengan model rumah kita hasil renovasi
- Pilihan keramik juga menjadi bagian penting apakah dilapangan masih tersedia barang yang sesuai dengan barang lama
Masalah akibat keterbatasan dana dari pemilik
- Buatlah pentahapan proses renovasi agar tetap kelihatan selesai dari luar dan tidak terlihat sebagai proyek yang terbengkalai karena keterbatasan dana
- Buat pengecilan volume dengan membuat skala prioritas ruangan yang dibutuhkan. Jadi kita bisa membuat penggabungan beberapa ruang untuk dijadikan satu ruang bersama misalnya ruang baca dan ruang keluarga.
- Pemakaian bersama dengan teman yang sedang membangun misalnya pemakaian kaso atau steger sisa dari mereka akan mengurangi biaya. Juga referensi dimana mendapatkan material yang murah dapat dilakukan.
- Atur skema pinjaman dari pihak ketiga yang dapat menyediakan dana murah tanpa bunga seperti teman atau keluarga sejak awal harus sudah dipersiapkan guna mengantisipasi hal-hal yang tak terduga.
Masalah skedul waktu pelaksanaan
- upayakan agar renovasi dilaksanakan secepat mungkin namun dengan tetap mempertimbangkan kaidah-kaidah pengeringan beton struktur, waktu antara plesteran, acian dan pengecatan
- Buat pekerjaan dilakukan secara parallel atau bersama-sama untuk pekerjaan yang tidak sekuensial atau berurutan seperti disebutkan diatas
- Buat rencana detail dalam breakdown rencana harian agar lebih tajam dan akurat sehingga penundaan bias diantisipasi dan dilakukan pekerjaan lainnya.
- Mintalah bantuan dari arsitek atau orang yang mengerti masalah ini.
- Pilihlah pelaksanaan finishing yang tidak membutuhkan waktu lama seperti lantai vinil atau karpet, cat biasa bukan tektur bergaris.
Langganan:
Postingan (Atom)
